Semen merupakan salah satu bahan utama dalam
kontstruksi bangunan, bila kita ingin bangunan kita bagus maka kita harus
memilih bahan bangunan yang berkualitas baik. Jika ingin memilih semen, berikut
tips memilih semen yang baik:
1. Tidak keras / menggumpal.
Semen yang baik tidak keras dan menggumpal. Biasanya
semen yang telah lama disimpan akan menggumpal, gumpalan- gumpalan ini dapat
hancur bila diremas dengan tangan namun bila sudah terlalu lama disimpan semen
bisa menjadi sangat keras, bila seperti ini semen sudah tidak dapat digunakan
lagi.
2. Adukan lebih rapat dan rekat
Unsur yang berperan dalam menentukan sifat lekat
adalah C3S. Daya lekat yang baik antara pasta semen dengan agregat
menghasilkan campuran bahan bangunan yang padat dan terbaik. Semen yang kaya
akan mineral dan logam dapat membantu menghasilkan campuran yang padat. Campuran
yang padat menghasilkan bahan bangunan berkualitas.
3. Kemasan tidak rusak
Kualitas semen akan terjaga jika kemasannya juga
terjaga, dalam artian tertutup rapat, tidak basah, dan tidak terdapat bekas
tambalan. Sebelum membeli, cek kertas pembungkus semen masih tersegel rapat
atau tidak.
4. Berlogo SNI (Standar Nasional
Indonesia)
Pastikan semen yang kita beli berlogo SNI atau yang telah bersertifikasi
internasional. Untuk Semen Tiga Roda telah diproduksi mengikuti Standar
Nasional Indonesia (SNI), Standar Amerika (ASTM).
5. Baik dalam penyimpanannya
Cara menyimpan semen yang baik diantaranya adalah
jumlah tumpukan tidak melebihi 2 meter dan terlindung dari kelembaban yang
tinggi, tidak bersentuhan langsung dengan lantai dan dinding dengan memberi bantalan
(palet/kayu). Semen juga ditumpuk secara berdekatan untuk mengurangi sirkulasi
udara.
Komentar
Posting Komentar